Apalah Arti Sebuah Nyali

Apalah Arti Sebuah Nyali

Alhamdulillah, kemarin saya baru saja mendapatkan pengalaman yang begitu berharga saat mengikuti bakti sosial pengobatan gigi di sebuah pedesaan di luar kota. Seperti biasa, kebetulan saat itu saya adalah orang yang paling ganteng di antara tenaga dokter gigi lainnya 😉 , maklum lah, kan yang lain perempuan semua, otomatis saya pun diposisikan di bagian bedah alias bagian penanganan cabut gigi yang memang membutuhkan tenaga ekstra.

Acaranya pun berjalan seperti biasa, satu demi satu pasien keluar masuk, ada yang ingin ditambal giginya, ingin dibersihkan karang giginya, dan ternyata banyak juga yang ingin dicabut giginya karena memang banyak yang bermasalah.

Ketika hari sudah beranjak siang, saya baru menyadari bahwa kebanyakan pasien yang datang untuk cabut gigi adalah pasien anak-anak. Mereka datang bersama orang tuanya masing-masing untuk mencabutkan gigi sulungnya yang belum tanggal.

Yang membuat saya lebih kaget lagi, hampir 90% anak-anak yang datang, mereka sangat berani menghadapi tang gigi untuk dicabut giginya, bahkan tidak jarang juga yang menantang minta dicabut langsung. Mereka pun membuktikan keberanian mereka tanpa ada tangisan saat dicabut yang biasanya dialami anak-anak seumuran mereka jika giginya dicabut.

Bukannya saya membanding-bandingkan dengan anak-anak di kota. Namun pengalaman tersebut membuat saya tersadar, betapa anak-anak pedesaan memiliki nyali yang luar biasa. Entah kebetulan atau tidak, karena saya juga sudah berkali-kali melakukan bakti sosial pengobatan gigi baik di desa atau di kota, dan disadari atau tidak itulah yang bisa saya analisa sementara ini.

Satu nilai positif yang bisa saya ambil adalah betapa lingkungan dan pendidikan dari orang tua dan sekitar anak sangat berpengaruh dengan pertumbuhkembangan, mindset, dan nyali seorang anak. Kita sebagai orang tua atau calon orang tua sudah seharusnya menyusun skenario untuk pertumbuhkembangan dan nyali anak kita. Di situlah kecerdasan kita diuji dengan melihat perkembangan anak hingga mereka menjadi dewasa, karena bagaimanapun tidak ada sebuah kesuksesan tanpa didahului dengan sebuah nyali dari dalam diri. Yang terpenting lagi, ketika terjadi masalah dalam perkembangan pada anak, maka kitalah sebagai orang tua yang menjadi orang yang paling bertanggung jawab. So, Lakukan yang terbaik 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *